8 Gejala Utama Kekurangan Yodium Yang Tidak Boleh Diabaikan

8 Gejala Utama Kekurangan Yodium Yang Tidak Boleh Diabaikan – Yodium merupakan mineral terpenting dalam tubuh. Bisa ditemukan dalam makanan laut. Kekurangan yodium adalah hal sangat tidak disarankan. Kenapa? Karena jika tubuh mengalami kekurangan yodium dikhawatirkan penyakit bisa lebih mudah masuk ke tubuh sebab sistem kekebalan tubuh yang lemah, bahkan dalam kebanyakan kasus kekurangan yodium dapat memicu kelenjar tiroid. Ini terjadi karena yodium digunakan untuk membuat hormon tiroid, sehingga menyebabkan hipotiroidisme. Sepertiga orang di seluruh dunia akan mengalami kekurangan yodium dan ibu hamil adalah salah satu diantaranya.

Bahkan ini berlaku pada mereka yang menjalani proses diet vegetarian atau diet vegan. Di sisi lain, yodium bisa menimbulkan berbagai gejala yang akan membuat rasa tidak nyaman, bahkan jika sudah parah penderitanya dapat menyebabkan kesulitan belajar sehingga ini akan menghambat pertumbuhan otak manusia. Gejalanya sendiri sangatlah banyak, namun ada beberapa gejala utama yang sama sekali tidak boleh diabaikan. Ditakutkan bisa lebih berbahaya dan mengancam kesehatan seumur hidup. Apa saja gejala utama dari kekurangan yodium? Berikut 8 Gejala Utama Kekurangan Yodium Yang Tidak Boleh Diabaikan.


8 Gejala Utama Kekurangan Yodium Yang Tidak Boleh Diabaikan


8 Gejala Utama Kekurangan Yodium Yang Tidak Boleh Diabaikan

  1. Mudah lelah. Beberapa penelitian menemukan bahwa hampir 80% orang dengan kadar yodium rendah tidak bisa menghasilkan energi sebanyak yang diperlukan dan jika dipaksakan dapat membuat anda merasa lemah dan lesu.
  2. Rambut rontok. Jika anda mendapati rambut sering rontok, jangan dibiarkan dan pastikan berkonsultasi langsung dengan ahli kesehatan. Ini berkaitan dengan kekurangan yodium karena rambut mulai berhenti beregenerasi sehingga membuatnya tampak rontok.
  3. Kulit kering. Yodium pun bisa membantu meregenerasi kulit dan orang yang mengalami kekurangan yodium cenderung kurang berkeringat dibandingkan dengan mereka yang memiliki yodium normal.
  4. Lebih sensitif terhadap suhu. Ini karena yodium dalam tubuh terus menurun secara drastis dan anda akan merasakan lebih dingin pada suhu tertentu dari orang sehat yang lebih umum.
  5. Adanya benjolan di leher. Kekurangan yodium juga dapat menimbulkan terbentuknya benjolan pada leher, hal ini dikarenakan tubuh tidak bisa memproduksi hormon tiroid yang memadai. Dalam kasus yang sudah parah, kekurangan yodium juga dapat menyebabkan penderitanya mengalami penurunan kesuburan. Jika kekurangan yodium ini terjadi pada ibu hamil, biasanya menyebabkan kematian bayi dan keterbelakangan mental.
  6. Perubahan detak jantung. Bukan cuma bisa menyebabkan benjolan pada leher, asupan yodium yang tidak tercukupi juga mampu memengaruhi kinerja organ jantung bahkan secara perlahan dapat merubah detak jantung yang tadinya stabil menjadi lebih cepat atau lambat dari biasanya. Jika sudah begini, maka biasanya akan dikaitkan dengan perkembangan penyakit lemah jantung, hal ini muncul akibat perubahan detak jantung yang tidak beraturan.

Daya ingat yang kurang baik dan periode haid yang tidak teratur juga dapat menjadi gejala lain jika tubuh kekurangan yodium. Untuk mengatasinya kamu bias mengkonsumsi makanan tinggi yodium setidaknya 150 Mcg perhari. Jumlah tersebut harus memenuhi kebutuhan 98% dari orang sehat. Adapun makanan tinggi yodium diantaranya rumput laut, garam, yoghurt, ikan tuna, serta udang.

Penting untuk dipahami bahwa tubuh manusia juga membutuhkan yodium, fungsinya tidak lain untuk membentuk hormon tiroid, itulah alasannya mengapa orang yang kekurangan yodium disebut dengan hipotiroidisme. Beruntung kondisi yang masih ringan bisa dicegah dengan cara menambahkan setetes garam ke makanan untuk membantu memenuhi kebutuhan yodium dalam tubuh.

Posted By : Agenqnc.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WhatsApp Beli via WhatsApp